4 Alasan Barcelona Bakal Tak Terbendung di Pentas La Liga dan Liga Champions

Goalgoal365 – Barcelona akhiri musim 2018-2019 dengan kekesalan. Sekalinya sukses jadi kampiun La Liga, Team Catalan tidak berhasil menjadi juara Liga Champions melalui drama yang menyakitkan.

Mereka ditendang Liverpool dari babak semi final dengan kekalahan 0-4 di Anfield, sebelumnya setelah mencetak kemenangan 3-0 di Nou Camp. Kondisi hampir serupa dihadapi pada musim 2017-2018, waktu mereka ditendang AS Roma di perempat final.

Derita Barca semakin makin bertambah waktu mereka digasak Valencia di final Piala Raja Spanyol.

Walaupun tidak penuhi ekspekstasi, tempat Ernesto Valverde di bangku pelatih masih aman. Menyambut musim baru, sang tutor dikasih keleluasaan mengambil beberapa pemain baru untuk bikin scuad bertabur bintang.

Sasaran penting Barcelona ialah menjaga supremasi di La Liga dan Liga Champions. Tekad besar ini bukanlah hal terlalu berlebih. Club yang juara persaingan domestik sekitar 26 kesempatan ini punyai beberapa modal untuk sampai sasarannya.

ftgol365.com lihat Barcelona akan susah ditandingi musim ini. Apa faktanya?

Kehadiran Antoine Griezmann dari Atletico Madrid memperkaya pilihan di posisi depan Barcelona. Sekarang mereka bukan sekedar begitu tergantung pada trio, Luis Suarez, Lionel Messi, dan Philippe Coutinho.

Tidak hanya Griezmann, Barca punyai Ousmane Dembele yang ketajamannya tidak butuh disangsikan. Dapat dipikirkan, bakal jadi apa garangnya Barcelona bila Neymar jadi geser dari PSG.

Tanpa ada Andres Iniesta serta Xavi Hernandez mesin permainan Barcelona di bidang tengah macet. Ivan Rakitic tidak optimal bermain jadi jenderal lapangan tengah.

Jalan keluar persoalan berada di figur Frenkie de Jong yang dihadirkan dari Ajax Amsterdam. De Jong yang punyai kemampuan individu di atas rata-rata dan di dukung visi bermain yang oke jadi tandem buat Rakitic untuk hidupkan permainan posisi ke-2.

Barcelona punyai gelandang berkualitas dalam lakukan pekerjaan kotor, Sergio Busquets serta Arturo Vidal, yang semakin membuat posisi ini jadi sangat kompak.

Agresivitas permainan bidang gelandang sampai kini jadi nyawa permainan Barcelona. Gabungan umpan pendek beberapa gelandang membuat skema tiki-taka berjalan dengan optimal.

Trio striker dapat konsentrasi mengobrak-abrik pertahanan musuh. Mereka bisa suplai bola yang ideal dari bidang ke-2.

Real Madrid semenjak beberapa puluh tahun jadi kompetitor penting Barcelona di panggung La Liga. Musim ini El Real terlihat agresif di bursa transfer pemain untuk menyeimbangi supremasi Barca di persaingan domestik.

Untuk isi tempat yang dibiarkan Cristiano Ronaldo, Real Madrid membawa Eden Hazard. Tetapi, berdasar pada beberapa hasil laga pramusim kelihatan jika Zinedine Zidane kesusahan membuat permainan yang kompak di Los Blancos. Mereka akan kesusahan berkompetisi dengan Barcelona bila permasalahan ini tidak segera dibereskan.

Persaing penting Barcelona di La Liga peluang berubah di Atletico Madrid, yang lakukan pembelian cemerlang di bursa transfer. Tetapi bila lihat formasi scuad keseluruhnya, susah buat mereka menyaingi Barcelona.

Di panggung Eropa kira-kira sama. Juara bertahan Liverpool tidak lakukan menambahkan scuad. Konsentrasi penting mereka ditempatkan ke Premier League bukan Liga Champions. Juventus? Mereka masih dipusingkan dengan penyesuaian Maurizio Sarri.

Bayern Munchen sama juga. Mereka belum punyai alternatif sebanding dua simbol club, Arjen Robben serta Franck Ribery.

Sepanjang 20 tahun paling akhir Barcelona menguasai kompetisi Liga Spanyol. Mereka jadi juara musim 2004–2005, 2005–2006, 2008–2009, 2009–2010, 2010–2011, 2012–2013, 2014–2015, 2015–2016, 2017–2018, 2018–2019.

Di panggung Liga Champions demikian. Sejak generasi emas La Masia menguasai scuad penting, Barcelona jadi Raja Eropa sepanjang empat musim, yaitu pada: 2005–2006, 2008–2009, 2010–2011, 2014–2015.

Sepanjang 10 tahun paling akhir Barcelona tidak sudah pernah puasa trofi. Mentalitas juara ini terus bersambung sekalinya satu demi satu alumnus La Masia telah tidak berada di team.

Sekarang tinggal Lionel Messi, Jordi Alba, serta Gerard Pique yang menjadi sisi Generasi Emas Barcelona bertabur gelar. Gabungan beberapa pemain ini dengan bintang-bintang yang lain membuat Barcelona jadi team yang kompak susah untuk dikalahkan.

author
No Response

Leave a reply "4 Alasan Barcelona Bakal Tak Terbendung di Pentas La Liga dan Liga Champions"