Pernyataan Azrul Ananda Saat Temui Bonek yang Berdemo Setelah Persebaya Dipermak Arema

Goalgoal365 – Kekalahan Persebaya Surabaya dengan score 0-4 dari Arema FC di Stadion Kanjuruan, Malang, Kamis (15/8/2019), berefek besar untuk manajemen Bajul Ijo. Beberapa ratus Bonek meluruk Kantor Persebaya di Sutos, Surabaya, Kamis malam, sesudah laga.

Mereka hadir dengan tuntutan pada Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, untuk mengeluarkan dua orang, yakni Candra Wahyudi (manager) serta Nanang Prianto (media officer). Sebabnya, jati diri pribadi kedua-duanya ditebar di account media sosial.

Candra adalah pria yang bertempat di Malang. Nanang lahir di Malang, walau bertempat di Surabaya. Ke-2 figur itu dipandang seperti biang kerok hasil negatif Persebaya. Kekalahan 0-4 dari Arema membuat malu mengingat duel itu sarat gengis bertopik Derbi Jawa timur.

Bonek yang menempati Sutos, serta Persebaya Store yang terdapat disana, menempatkan banner yang berisi tulisan sindiran. Salah satunya ialah “CW Out”, “Candra Out Memalukan”, “Jika lebih pilih uang dibanding prestasi lebih baik pergi”, dan lain-lain.

Keruntuhan Bajul Ijo di tempat Arema dipandang betul-betul membuat malu nama Surabaya yang sampai kini jadi saingan buat club asal Malang. Bonek tidak terima club kebanggaanya makin amburadul.

Ditengah-tengah kondisi menakutkan itu, Presiden Persebaya, Azrul Ananda, hadir sendiri menjumpai Bonek serta menyampaikan pidato masuk perubahan hari, Jumat (16/8/2019) pagi hari WIB. Tidak ada figur Candra Wahyudi serta Nanang Prianto waktu Azrul hadapi beberapa ratus massa itu.

“Bukan cuma rekan-rekan yang benar-benar susah, jangan sok akui lebih susah dibanding lainnya, terhitung saya benar-benar susah. Kita mungkin begitu senang dengan menantang Persib (menang 4-0). Pada saat team berupaya berbenah, kita telah merasakan senang,” kata Azrul.

“Itu salah. Saya arek Suroboyo, iyo saya salah. Saya tidak lahir ndek Suroboyo, tetapi saya arek Suroboyo (Saya anak Surabaya, iya saya salah. Saya tidak lahir di Surabaya, tetapi saya anak Surabaya). Banyak yang tidak lahir di Surabaya tetapi cinta Persebaya lebih dari semuanya.”

“Saya mengucapkan terima kasih rekan-rekan sudah semua hadir kesini. Saya telah menanti sebab saya belum bicara dengan detil dengan pelatih, manajemen, serta beberapa pemain Persebaya Surabaya di Malang. Saya tidak mau dengar dari isu atau telephone, saya ingin bertemu,” sambung Azrul.

“Sebelum saya bicara dengan team saya, minta maaf mungkin tidak dapat yang saya berikan, beberapa orang tahu rekam jejak saya, saya orangnya keras serta kaku. Tetapi, saya akan coba adil seadil-adilnya pada kebanyakan orang di seputar saya,” urai Presiden Persebaya Surabaya berumur 42 tahun itu.

“Saya pasti lakukan pelajari, terhitung apa ketetapan saya sampai kini benar ataukah tidak. Saya telah sedih semenjak sesaat lalu, saat menang saja sulit, walau ini tidak seburuk musim kemarin.”

“Saya pasti lakukan pertemuan dengan team serta rekan-rekan kalian (Bonek). Apa itu dengan perwakilan, yang belum pasti sebagai wakil kalian semua, atau saya sampikan terbuka, yang terkadang itu masih dapat disalahartikan.”

“Saya mengucapkan terima kasih pada semua. Tiap hari kalian tetap memperingatkan begitu cintanya orang pada Persebaya. Saya telah minta saat team datang, saya akan langsung menjumpai mereka. Jangan kalian, saya ingin bertemu duluan.”

Sesudah Azrul menyampaikan pidato panjang lebar, Bonek selanjutnya meresponsnya. Kondisi makin panas waktu supporter dengan warna kebesaran hijau itu ingin Azrul selekasnya mengeluarkan Candra serta Nanang. Tetapi, sang presiden club tidak ingin membuat ketetapan tergesa-gesa.

Polisi yang turut amankan tempat itu selanjutnya berupaya menarik Azrul supaya terlepas dari amuk Bonek. Beberapa ratus Bonek itu selanjutnya turut menekan sampai masuk ruang parkir Sutos. Azrul sudah sempat seringkali memberi respon pekikan mereka.

Azrul sukses ditangkap faksi kepolisian sesudah masuk ke mobil polisi. Ia selanjutnya tinggalkan Sutos. Mobil polisi yang mengangkutnya jadi target amarah Bonek dengan digebrak serta dilempari.

Massa masih bertahan Sutos sampai seputar jam 01.00 WIB. Beberapa salah satunya selanjutnya menanti kedatangan bis pemain Persebaya di Bundaran Waru. Berdasar info, bis itu akan datang di Surabaya sesudah beberapa pemain menginap di Malang sesudah laga.

author
No Response

Leave a reply "Pernyataan Azrul Ananda Saat Temui Bonek yang Berdemo Setelah Persebaya Dipermak Arema"