Repsol Honda, Pelabuhan Terakhir Tiga ‘Alien’ MotoGP

Goalgoal365 – Pada periode 2008-2012, fans MotoGP dimanja oleh pertempuran seru empat pembalap papan atas yang dipanggil ‘Four Aliens’, yang terbagi dalam Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Casey Stoner, serta Dani Pedrosa.

Ke empat pembalap ini berkelanjutan bertanding di trek merebutkan tribune serta kemenangan, serta gelar dunia. Tidak cuma bermusuhan di track, keempatnya sering bercekcok serta terjebak perang verbal di luar trek.

Hampir tidak pernah mendapatkan intimidasi dari beberapa pembalap yang lain, mereka seakan asik berkompetisi di ‘planet’ mereka sendiri. Atas fakta berikut mereka dipanggil ‘Four Aliens’, atau empat makhluk asing dari lain tempat.

Sayangnya, dengan pensiunnya Lorenzo akhir musim ini, automatis Rossi jadi hanya satu ‘Alien’ yang masih ada dari barisan hebat itu. Stoner putuskan pensiun awal di akhir 2012, serta Pedrosa pensiun di akhir 2018.

Khasnya, ke-3 pembalap yang sudah pensiun ini jadikan Repsol Honda jadi team paling akhir mereka dalam bersaing MotoGP. Bagaimana sich cerita perjalanan mereka sampai hingga bisa peluang bela team paling prestise di arena Grand Prix itu?

Semenjak jalani kiprahnya di arena Grand Prix pada 2001 lalu, Pedrosa benar-benar tidak pernah bela pabrikan tidak hanya Honda. Dia tetap setia pada pabrikan Sayap Tunggal semenjak turun di GP125, dimana dia sukses mendapatkan gelar dunia pertamanya pada 2003.

Karena prestasi ini, dia juga naik ke kelas GP250, serta langsung mendapatkan dua gelar dunia berturut-turut di kelompok itu, yaitu pada 2004 serta 2005. Berdasar hasil ini, dia juga naik ke MotoGP pada 2006, jadi pembalap Repsol Honda, gantikan Max Biaggi.

Sepanjang turun di MotoGP juga Pedrosa tidak pernah keluar dari Repsol Honda. Walau tidak pernah mendapatkan gelar dunia di kelas ini, dia masih jadi simbol team itu, serta mendapatkan tiga runner up serta 3x duduk di rangking ke-3.

Tidak punyai keinginan balapan, Pedrosa pensiun di akhir 2018 dalam umur 33 tahun. Sepanjang berkarier, dia jadi pembalap Honda paling sukses bersama dengan Mick Doohan dengan 54 kemenangan, rekor yang pada akhirnya dipatahkan Marc Marquez di Phillip Island, Australia, pada Oktober kemarin.

Khasnya, selesai pensiun dari semua persaingan balap, terhitung MotoGP, sekarang Pedrosa malah jadi test pembalap KTM, yang meningkatkan motor RC16. Semenjak pembalap Spanyol itu ada dalam project peningkatan KTM, RC16 juga alami perkembangan perform yang cukup relevan.
Selesai jadi runner GP250 2005 bersama dengan Aprilia, Stoner dilirik oleh LCR Honda untuk di turunkan di MotoGP 2006, dimana dia cuma mendapatkan satu tribune serta satu pole. Dia sempat lakukan negosiasi dengan Yamaha untuk musim 2007, tetapi gagal mendapatkan persetujuan.

Dia juga terima penawaran Ducati, langsung mendapatkan 14 tribune, 10 kemenangan, serta gelar dunia. Walau demikian, dia keluar di akhir 2010, selesai masukannya masalah peningkatan Desmosedici tidak didengar serta geram besar sebab Ducati menawari Lorenzo kontrak yang nilainya jauh tambah tinggi dari kontraknya sendiri.

Waktu itu Stoner terima penawaran Repsol Honda untuk bersanding dengan Pedrosa serta Andrea Dovizioso. Dia langsung menyalip ke-2 pembalap itu, mendapatkan 16 tribune serta 10 kemenangan, dan 12 pole, serta tentu saja gelar dunia pertama Honda semenjak 2006 melalui Nicky Hayden.

Dalam keadaan fisik yang masih sempurna serta baru berumur 26 tahun, Stoner juga dirundung isu pensiun pada awal musim 2012, tetapi dia terus menyanggah. Walau demikian, pada 17 Mei di Le Mans, Prancis, Stoner pada akhirnya sah menginformasikan ketetapannya pensiun awal.

Dalam umur 27 tahun, dia tinggalkan MotoGP dengan akui muak atas semua politik yang berlangsung dalam kejuaraan itu, tidak merasakan nyaman dengan perubahan elektronik motor yang membuat kendali pembalap menyusut, serta ingin konsentrasi berumah tangga.

Seperti Stoner, Lorenzo jalani kiprah Grand Prix pada 2002, yaitu di kelas GP125 bersama dengan Derbi. Dia naik ke GP250 pada 2005 bersama dengan Honda, tetapi selesai tidak berhasil merampas gelar dunia, dia terima penawaran Aprilia serta langsung memenangkan kelompok itu pada 2006 serta 2007.

Khasnya, Lorenzo malah sudah mempunyai persetujuan prakontrak dengan Yamaha di MotoGP serta sebelum merampas gelar dunia GP250 2006. Pada 2008, dia pada akhirnya turun di kelas paling tinggi bersama dengan pabrikan Garpu Tala.

Bela team itu sepanjang sembilan musim, Lorenzo sukses mendapatkan tiga gelar dunia, 44 kemenangan, 197 tribune, 40 pole. Walau demikian, Lorenzo pada akhirnya keluar dari Yamaha ke arah Ducati pada 2017, untuk cari motivasi baru.

Lorenzo puasa kemenangan 1,5 musim sebab susah penyesuaian, tetapi pada akhirnya menang di Mugello, Catalunya, serta Austria, pada 2018. Sayangnya, semua kemenangan ini hadir telat, yaitu waktu Ducati sudah menggandeng Danilo Petrucci jadi substitusinya, serta dia sendiri tanda-tangan kontrak dengan Repsol Honda untuk 2019.

Sayang, kiprahnya dengan Repsol Honda berjalan gelap. Dia dilanda beberapa luka semenjak September 2018, yaitu luka dislokasi tulang ibu jari karena kecelakaan di Aragon, serta patah pergelangan tangan kiri selesai kecelakaan di Thailand.

Waktu ke-2 luka ini mulai pulih pada Januari 2019, Lorenzo justru kecelakaan dirt trek serta mematahkan tulang scaphoid tangan kirinya serta harus mangkir pada eksperimen pramusim di Sepang. Belum sembuh dari luka ini, dia luka retak tulang rusuk selesai kecelakaan dalam session free practice di Qatar.

Belum 100% fit, ujian besar Lorenzo menerpa Lorenzo di Assen, dimana dia terjatuh keras dalam session latihan, menyebabkan retak tulang belakang serta mangkir empat seri. Isu dianya ingin pensiun mulai banyak muncul selama musim panas, tetapi dia terus menyanggah.

Ketetapan pensiun pada akhirnya mantap dia mengambil selesai finish ke-14 di Malaysia, serta mengumumkannya di Valencia pada 14 November. Sayangnya, sepanjang bela Repsol Honda, Lorenzo benar-benar tidak pernah naik tribune atau mencetak kemenangan, serta tidak pernah tembus tempat 10 besar.

Walau demikian, Lorenzo masih dipandang jadi salah satunya pembalap paling baik dalam riwayat MotoGP. Selama profesinya di Grand Prix, dia mengumpulkan lima gelar dunia, 152 tribune, 68 kemenangan, serta 69 pole.
Pada musim itu, Stoner akhiri profesi dengan duduk di rangking ke-3 pada klassemen pembalap. Dia sempat jadi test pembalap Honda pada 2013-2015, tetapi kembali pada Ducati pada 2016 dengan jabatan yang sama. Di akhir 2018, dia putuskan keluar serta menghindari diri dari MotoGP.

author
No Response

Leave a reply "Repsol Honda, Pelabuhan Terakhir Tiga ‘Alien’ MotoGP"